6 RUKUN HAJI SECARA BERURUTAN

Ibadah haji merupakan rukun islam ke-5 yang hukumnya wajib bagi umat muslim yang mampu melaksanakannya. Bagi para calon jemaah haji yang ingin menunaikan ibadah ke Tanah Suci, dianjurkan untuk mempelajari rukun haji terlebih dahulu guna menunjang kelancaran ibadah. Berikut akan dibahas 6 rukun haji beserta bacaan doa lengkap yang penting untuk Anda ketahui!

Baca juga: Informasi umroh murah

Apa itu Rukun Haji?

Sebelum mengetahui urutan rukun haji, sudahkah Anda mengetahui apa itu rukun haji? Rukun haji merupakan rangkaian ibadah yang menjadi syarat wajib bagi jamaah haji selama beribadah di Tanah Suci. Apabila salah satu rukun haji tidak terlaksana dengan baik, ibadah haji Anda bisa dianggap tidak sah.

6 Rukun Haji Secara Berurutan

Terdapat sedikitnya 6 rukun haji secara berurutan yang wajib jamaah haji laksanakan, di antaranya :

1. Niat Ihram

Ihram adalah niat bagi Anda yang ingin melakukan ibadah haji atau umrah. Ketika Anda sudah mengucapkan niat ihram, Anda harus patuh dengan ketentuan yang berlaku pada saat beribadah di Tanah Suci, seperti menjauhi larangan – larangan selama beribadah serta melaksanakan amalan sunah yang dianjurkan. Bacaan niat ihram terbagi menjadi dua yang berbunyi :

  • Niat ihram untuk diri sendiri

نويْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ.

Latin : “Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillaahi ‘Azza Wajalla, labbaik allahumma labbaik”

Artinya: “Aku berniat haji dan ihram hanya karena mengharap ridha Allah, aku menyambut panggilan-Mu ya Allah, aku menyambut panggilan-Mu.”

  • Niat ihram untuk orang lain

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمُتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى عَنْ فَلَانٍ، لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عَنْ فَلَانٍ

Latin: “Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillaahi ta’ala ‘an fulan labbaikal laahumma ‘an fulaan”

Artinya: “Aku niat melaksanakan hap dan ihram hanya karena mengharap ridha Allah SWT, mewakili fulan aku menyambut panggilan-Mu ya Allah, dari ibadah fulan.”

  • Bacaan Talbiyah Setelah Niat Ihram

Pada saat melaksanakan niat ihram, menurut Imam Syafi’I dan Ahmad bin Hanbal, dianjurkan untuk melafalkan bacaan talbiyah yang berbunyi :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالمُلْكُ لَا شَرِيكَ لَكَ

Latin : “Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariikalak”

Artinya : “Aku menyambut panggilan-Mu ya Allah aku menyambut panggilan-Mu, aku menyambut panggilan-Mu wahai Zat yang tidak ada sekutu-Mu. Aku menyambut panggilan-Mu, sungguh segala puji dan kenikmatan bagi-Mu, begitu juga kerajaan tidak ada sekutu bagi-Mu.” Setelah itu, bisa Anda lanjut dengan membaca zikir sebaga berikut :

اللَّهُمَّ لَكَ أَحْرَمَ نَفْسِي وَشَعْرِي وَبَشَرِيْ وَلَحْمِي وَدَمِيْ

Latin : “Allahumma laka ahrama nafsii wa sya’rii wa basyarii wa lahmii wa damii”

Artinya : “Ya Allah, hanya untuk mendapat ridha-Mu aku mengihram jiwaku, rambutku, kulitku, dagingku, dan darahku”

Bacaan zikir tersebut bisa Anda lanjut dengan membaca :

اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ الْحَجَّ فَأَعِنِّي عَلَيْهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي 

Latin : “Allaahumma innii nawaitul hajja fa ainnii ‘alaihi wa taqabbalhu minnii”

Artinya : “Ya Allah, sungguh aku niat haji maka tolonglah aku untuk melaksanakannya dan terimalah dariku.”

2. Wukuf di Arafah

Kata wukuf berasal dari bahasa arab yang memiliki arti “berhenti”, dimana seluruh jemaah haji berdiam diri di Padang Arafah dengan memakai kain ihram. Pada saat melaksanakan wukuf, tidak ada perbedaan status sosial, hanya ada kesamaan status menjadi hamba Allah SWT.

Amalan-amalan pada saat wukuf

Pada saat melaksanakan wukuf, jamaah haji dianjurkan menunaikan beberapa amalan, di antaranya :

  1. Membaca doa dengan khusyuk, karena diyakini berdoa di Padang Arafah akan dikabulkan oleh Allah SWT.
  2. Selain membaca doa, jemaah haji juga dianjurkan untuk membaca Al-Quran pada saat wukuf. Ini membantu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada
  3. Renungkan segala bentuk doa dan kesalahan di masa lalu. Mohonlah ampunan kepada Allah dengan rasa yakin.

3.  Tawaf

Thawaf adalah ibadah yang mewajibkan jamaah haji mengelilingi ka’bah sebanyak 7 putaran berlawanan dengan arah jarum jam. Rukun haji ini Anda laksanakan setelah pulang dari wukuf.

Tata Cara Melakukan Thawaf

Melaksanakan thawaf tidak boleh sembarangan, namun mengikuti beberapa tata cara sesuai anjuran islam, di antaranya :

  1. Mengawali thawaf dengan niat thawaf, berikut adalah bacaan niat thawaf :

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ إيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِك وَوَفَاءً بِعَهْدِك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّك مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Latin : “Bismillāhi wallāhu akbar. Allāhumma īmānan bika, wa tashdīqan bi kitābika, wa wafā’an bi ‘ahdika, wattibā’an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallāhu ‘alayhi wa sallama”

Artinya : “Dengan nama Allah, Allah maha besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunnah nabi-Mu Muhammad saw,”

  1. Memulai thawaf dengan melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu
  2. Mencium hajar aswad jika memungkinkan, namun jika tidak, usap dengan tangan kanan dan cium tangan tersebut
  3. Ketika para jamaah melewati rukun yamani, sentuh rukun yamani dengan tangan kanan atau cium tangan yang telah menyentuh rukun yamani
  4. Ketika melewati rukun Iraqi, sentuh dengan tangan kanan atau cium tangan yang telah menyentuh rukun Iraqi
  5. Ketika melewati multazam, sentuh multazam dengan tangan kanan atau cium tangan yang telah menyentuh multazam
  6. Ketika melewati hajar ismail, sentuh hajar ismail dengan tangan kanan atau cium tangan yang telah menyentuh hajar ismail.
  7. Ketika semua rangkaian sudah selesai, jamaah haji akan melakukan thawaf wada, atau thawaf perpisahan

4. Sai

Rukun haji yang k3 4 adalah Sa’i, yakni rangkaian ibadah dimana para jamaah haji mengelilingi bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 putaran, yang berakhir di bukit Marwah.

5. Tahallul

Rukun haji selanjutnya ialah Tahalul, yaitu mengganti pakaian ihram dan mengganti menjadi pakaian biasa. Ini juga menjadi tanda bahwa jamaah haji sudah terbebas dari larangan-larangan selama ihram.

6. Tertib

Rukun haji yang terakhir yaitu tertib, yang berarti melaksanakan seluruh rangkaian haji secara berurutan. Apabila jamaah haji mengerjakan rangkaian dengan tidak urut, maka ibadah haji dapat dianggap tidak sah.

Jadi, itulah 6 rukun haji secara beruntutan yang menjadi syarat sah ibadah haji, tentunya informasi ini wajib anda ketahui ketika berencana melaksanakan ibadah haji, agar ibadah haji menjadi sah. Jangan lupa ya!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *